Senin, 08 September 2008

Bagaimana memperoleh peluang untuk maju dalam berkarir


Seperti yang kita ketahui bahwa mayoritas orang yang telah bekerja banyak yang tidak memperdulikan tentang karir, walaupun ada mereka hanya bertujuan bagaimana supaya saya mempunyai jabatan atau pengahasilan yang lumayan bukan mencari apakah dalam bekerja telah sesuai dengan bakatnya.
Memang pada jaman sekarang ini orang banyak yang tidak memperdulilikan akan hal tersebut, mengingat kesempatan dalam memperoleh pekerjaan makin sulit, sehingga hal ini membuat orang berpikir bahwa yang penting bekerja dan memperoleh penghasilan yang layak.
Apakah sekarang dalam bekerja harus seperti itu, sepertinya tidak tentu ada jalan keluar dari kemelut seperti itu. Walaupun kita bekerja tidak sesuai dengan bakat, maka sedapat mungkin harus lepas, ada beberapa teori dari Richard Leider, seorang Career Consultant dari Amerika Serikat tentang hal tersebut dimana kita dapat bekerja sesuai dengan hati,

T = Talent atau bakat

Untuk mengetahui bakat Anda mudah saja, tanyakan diri Anda apa kelebihan dan kelemahan Anda? Bagaimana Anda memfokuskan kelebihan Anda dan mengatur kelemahan Anda ?.

Percayakah Anda bahwa mayoritas orang tidak memanfaatkan bakat mereka. Mereka tidak memilih karir, karir yang memilih mereka. Mereka tenggelam dalam setumpuk pekerjaan tertentu karena memang mereka harus bekerja, atau seseorang bilang mereka bagus dalam pekerjaan itu.

Orang muda cenderung memulai karir dari jalan yang terbuka, terlepas karir itu cocok dan sesuai dengan bakatnya ataupun tidak. Memang tidak bisa disalahkan karena tuntutan jaman telah membuat orang mengambil kesempatan yang belum tentu sesuai bakatnya. Kemudian sebelum disadari, pekerjaan tersebut sudah mengambil setengah dari hidup mereka. Lalu muncul pertanyaan, "Mengapa saya melakukan pekerjaan ini? Mengapa saya memulai jalan karir ini, mengapa saya tidak mengikuti bakat saya?".

Penyesalan tiada berarti. Anda menyesal berarti Anda rugi 2 kali, pertama karena salah jalan dan yang kedua karena Anda menyesali. Lebih baik, sejak awal Anda pertanyakan kembali apa bakat Anda dan cari pekerjaan yang sesuai.

2P= Passion dan Purpose, artinya Gairah dan Tujuan

Aristoteles pernah berkata, "Dimana kebutuhan duniamu dan bakatmu bertemu, terletaklah panggilan hidup Anda!" Wah ini berarti Anda perlu juga bertanya ke diri Anda tentang apa yang perlu dilakukan dalam organisasi Anda. Apa yang Anda tuju adalah tujuan dimana semua keinginan itu berkumpul dan Anda memiliki gairah untuk mencapainya. Tentu saja gairah atau pun minat Anda akan lebih cepat sampai ke tujuan bila bergabung dengan bakat yang dimiliki.

Tempatkan bakat Anda untuk bekerja pada area dari kebutuhan yang Anda percaya. Memilih pekerjaan bagi Anda tentu merupakan kesempatan yang lebih bermakna dari sekedar bangun pagi dan membayar tagihan handphone.

E = Environment berarti lingkungan

Ternyata lingkungan kerja juga mempengaruhi pengembangan karir Anda. Apa yang akan terjadi bila Anda bekerja di tempat yang tidak sesuai dengan gaya kerja dan temperamen Anda ?. Bisa-bisa kemampuan Anda yang seharusnya berada di atas rata-rata tidak muncul dan bahkan dapat membuat Anda kehilangan energi.

Kecocokan antara bakat, gairah kerja dan tujuan didukung dengan lingkungan kerja yang sesuai mampu meningkatkan energi bekerja yang hebat dan karir Anda pun dapat melejit. Lingkungan yang mendukung seseorang mengekspresikan diri dapat memberi suntikan energi dalam melakukan pekerjaan.

V = Vision atau pandangan

Ini adalah elemen terakhir yang dapat mendongkrak karir Anda. Dengan melakukan visioning atau mencoba memandang masa depan, berarti melihat karir Anda di masa mendatang.

Bakat, tujuan, gairah kerja dan lingkungan adalah semua tentang gaya bekerja dan pilihan pekerjaan. Dengan kata lain, Visi menggambarkan bagaimana pekerjaan cocok untuk Anda sepanjang hidup Anda. Memang tidak mudah untuk mencapai Visi yang jelas dari tiap-tiap orang, tetapi ini bukan berarti tidak layak untuk di coba bukan?

Rabu, 02 April 2008

Bunga Rosela


Bunga rosela memang indah. Warnanya yang cerah menyegarkan pemandangan jika ditanam di halam rumah. Ternyata flora ini bukan saja berfungsi sebagai penghias, melainkan juga memiliki khasiat bagi kesehatan kita.
Bernama latin Hisbiscus sabdariffa, bunga ini berguna untuk mencegah penyakit kanker dan radang, mengendalikan tekanan darah, melancarkan peredaran darah dan melancarkan buang air besar. Kelopak bunga rosela dapat diambil sebagai bahan minuman segar berupa sirup dan teh, selai dan minuman, terutama dari tanaman yang berkelopak bunga tebal. Kelopak bunga tersebut mengandung vitamin C, vitamin A, dan asam amino. Asam amino yang diperlukan tubuh, 18 diantaranya terdapat dalam kelopak bunga rosela, termasuk arginin dan legnin yang berperan dalam proses peremajaan sel tubuh. Selain itu, rosela juga mengandung protein dan kalsium. Selain itu, tetumbuhan yang juga dikenal sebagai penghasil serat ini juga dapat diolah menjadi campuran salad, poding, bahkan asinan. Sebagai obat tradisional, rosela berkhasiat sebagai antiseptik, aprodisiak, diuretik, pelarut, sedativ, dan tonik. Sebuah penelitian yang dilakukan ilmuwan dari Chung San Medical University di Taiwan, Chau-Jong Wang, baru-baru ini menemukan satu metode baru untuk mengurangi risiko penyakit jantung. Flora ini mampu mengurangi jumlah plak yang menempel pada dinding pembuluh darah. Tidak hanya itu, rosela juga memiliki potensi untuk mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL). Namun begitu penemuan Chau-Jong Wang ini masih belum diuji untuk tubuh manusia. Percobaan dilakukan pada sejumlah tikus yang diberi makanan berkadar lemak tinggi dengan resiko besar terkena serangan jantung. Lalu tikus tersebut diberi ekstrak kembang sepatu dan hasilnya menunjukkan betapa potensialnya tanaman ini Untuk budi dayanya, tanaman rosela dapat diusahakan di segala macam tanah, tetapi paling cocok pada tanah yang subur dan gembur. Selama pertumbuhan, rosela tidak tahan terhadap genangan air. Curah hujan yang dibutuhkan untuk lahan tegal 800-1670 mm/5 bulan atau 180 mm/bulan.(mer)
Sumber : Sinar Harapan ,Senin 6 agustus 2007

Rabu, 19 Maret 2008

Motivasi untuk teman sekerja ( Edisi "PENCERAHAN DALAM MENDAPATKAN KESEMPATAN UNTUK MAJU" )

Sebagai seorang yang sering menjadi curahan hati teman sekerja mengenai problema kehidupan mereka pada edisi sebelumnya, yaitu tentang usaha untuk memperbaiki kehidupan sepertinya di perlukan suatu motivasi agar mereka sadar bahwa adanya perbaikan dalam kehidupan tidak langsung datang dari langit melainkan melalui suatu proses, proses perbaikan tersebutlah yang harus mereka ketahui. Sekarang yang mejadi masalah adalah bagaimana dan dari siapa mereka mengetahui proses tersebut ?

Secara pemikirin bodoh tentu saja mereka mendapatkan hal tersebut di lingkungan kerja dan tentu saja orang yang berkopeten yang dapat memberikannya yaitu “PIMPINANNYA”, baik pimpinan langsung maupun tidak langsung. Seorang pimpinan harus mampu sebagai motivator bukan hanya sebagai eksekutor, hehehee……., dan bukan hanya mampu “BNN” ( Bisanya Nyuruh – Nyuruh ) itu istilah dari teman sekerja yang telah sukses, seorang pemimpin diharapkan mampu menjadi sorang bapak bagi anak-anaknya.

Proses perbaikan kehidupan mereka itulah yang dinamakan adanya sebuah “ peningkatan karir dalam bekerja”, tapi sebelum membahas lebih lanjut mengenai proses peningkatan karir, hal yang paling pokok adalah memotivasi mereka agar selalu berusaha untuk memperbaiki kehidupannya dengan melalui“PENCERAHAN UTUK MERAIH KARIR YANG LAYAK DALAM BEKERJA” sehingga mampu memperbaiki kehidpun mereka,. Sekarang yang terpenting adalah …… motivasi…..motivasi….motivasi…. yang tinggi dalam berkarir.

Selasa, 18 Maret 2008

Problema teman sekerja


Saya sering menjadi curahan hati teman sekerja, mereka banyak bercerita mengenai suka duka tentang kehidupan, baik kehidupan pribadi maupun kehidupan pekerjaan. Setelah saya amati dari cerita cerita mereka ternyata mereka banyak mengeluh mengenai kehidupan pribadi. Mungkin ini efek dari kehidupan mereka di pekerjaan, itu menurut anggapan saya. Mungkin karena mereka merasa menjadi pekerja yang pas-pasan, banyak hal yang mempengaruhi mereka menjadi pekerja yang pas-pasan, mungkin dari segi perusahaan tempat mereka bekerja yang tidak memberi peluang untuk maju, atau dari mereka sendiri yang tidak ingin maju. Tentunya hal tersebut membuat saya berpikir apakah benar selama ini perusahaan tempat mereka bekerja tidak memberi kesempatan atau peluang untuk maju, kalau benar tentunya menjadi tanda tanda tanya besar. Ada apakah dengan perusahaan tersebut ? ataukah mereka sendiri yang tidak mempunyai keinginan untuk maju, itu pun tidak mungkin, pastilah setiap orang mempunyai keinginan untuk memperbaiki kehidupannya. Sebenarnya hal apa yang dibutuhkan mereka untuk dapat memperbaiki kehidupannya tersebut. Hal yang paling pokok adalah “PENCERAHAN DALAM MENDAPATKAN KESEMPATAN UNTUK MAJU” Siapa yang bertanggung jawab dalam hal tersebut? Perusahaan tempat mereka bekerja atau mereka sendiri. Marilah kita renungkan